Selasa, Mei 18, 2010

Sang Bintangpun Demam Panggung

Demam Panggung..!!

Mungkin kata yang cukup tepat untuk menggambarkan betapa konyolnya seseorang yang sedang kikuk saat beraksi. Lantas, kenapa saya mengomentari hal tersebut sepagi ini? apa menariknya? Tak ada yang menarik saya rasa. Hanya saja saya tergelak melihat beberapa media lokal ditempat saya bekerja belakangan ini.
Rekan pembaca mungkin sudah tahu bahwa Aceh terkenal akan kemajemukan ragam budayanya. Termasuk juga dengan tingkah polah orang-orangnya. Salah satunya adalah salah seorang pemimpin daerahnya. Ia belakangan ini terkenal dengan beberapa kebijakan yang pernah ia buat. Terkadang kontroversi itu dibutuhkan untuk mendukung karier seseorang. Layaknya artis-artis.
Dilalah, sang bupati tersebut pernah mengeluarkan kebijakan yang sangat menggemparkan emosi khalayak. Terutama kaum hawa. Bayangkan, ia mengeluarkan sebuah kebijakan pelarangan menggunakan celana jeans bagi perempuan. Kebijakan ini membuat kaget mayoritas warga perempuan. Tidak hanya di wilayahnya saja, namun seluruh Aceh pun tercengang. Konyolnya lagi, beberapa media asing pun sampai ikut-ikutan meliput kebijakan aneh tersebut.
Pada dasarnya ia mengeluarkan kebijakan tersebut dengan didasari oleh azas-azas didalam syariah. Namun tak ayal, masyarakat pun menuntut agar kebijakan tersebut diusut kembali. Hingga akhirnya pemimpin provinsi pun turun tangan. Hal ini berujung dengan malu dan akhirnya sang pimpinan daerah memutuskan untuk mencabut kembali kebijakannya tersebut.
Beberapa waktu belakangan, sang pemimpin daerah kembali berulah. Alih-alih untuk mengantisipasi kemungkinan teroris dikalangan pegawai pemerintah (PNS). Si pemimpin daerah yang lucu ini kembali mengeluarkan kebijakan konyol. Ia melarang setiap pegawai pemerintah didaerahnya untuk memelihara jenggot. Bayangkan dengan jabatan sekelas pemimpin daerah dilengkapi dengan kewenangan yang melimpah-limpah hanya mampu memikirkan “bawahan perempuan dan jenggot”. Alangkah memalukan.
Sebenarnya, apa yang menyebabkan sang pemimpin terlihat begitu dungu?. Apakah karena ia baru pertama kali menjadi pemimpin dari sebuah organisasi masyarakat?. Jangan demam panggung hanya karena gerogi melihat wewenang dan kekuasaan yang begitu besarnya. Konyol.
Bila saya boleh member nasehat, lebih baik bertanya dahulu pada orang-orang terdekatnya. Tanya istrinya “apa perempuan cocok atau tidak pake celana jeans?” atau tanya teungku-teungku disekitar, apa pegawai yang berjenggot mirip teroris?. Menggelikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar