Rabu, Mei 19, 2010

Singin'.."Calm Like a Bee.."



Menghabiskan waktu-waktu terakhir dikantor dengan sebungkus rokok dan air mineral. Letih setelah bekerja. Sambil mendengarkan Calm Like A Bomb nya Rage Against The Machine saya lantas teringat pada lebah yang saya foto menjelang siang tadi.

Sekilas, lebah adalah makhluk kecil yang lucu. Lembut dan tidak berbahaya adalah kesan yang dapat dilihat dari ukuran dan warna-warnanya yang menarik. Benar-benar hewan yang sangat memukau. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari tingkah laku lebah. Mulai dari pola sosialnya yang rukun dan tertib. Belajar tentang kesetiaannya yang mendalam terhadap sang ratu lebah.


Sekilas aku jadi bernyanyi sendiri lyric sangar dari band funk Amerika ini. Mulai berteriak “I be walking god like a dog, My narrative fearless, Word war returns to burn.. and bla..bla..bla..”. Tanpa sadar aku jadi ingin seperti lebah. Calm Like a Bomb membahana melewati rongga telinga langsung menyambar detak jantung dan memaksa sel-sel otakku untuk menggagas ide-ide nakal. Haaahh..

Ssssssuuuuuuuuttttttt... Kusedot kencang produk Philip Morris sialan ini semampuku.

Tahu kah dirimu kawan, lebah adalah hewan yang selalu siap mengorbankan nyawanya. Ketika ia memutuskan dengan insting hewani yang ia miliki untuk menyundut setiap subjek yang mengganggunya, maka saat itu pulalah ia memutuskan untuk bersiap menuju mati. Benar-benar sikap tenang yang mengalahkan sosok anggun seorang Ottori Shigeru saat menebas lengan Ando demi menyelamatkan Tomasu di Mino dalam novel Across The Nightingale Floor karya Lian Hearn.

Bahkan ditengah keteraturan dalam pola sosialnya, para lebah tetap memikirkan bahwa mereka hidup untuk melindungi sang ratu lebah. Hingga mereka bisa berjejalan tanpa merasa kesempitan dan kehilangan lahan. Benar-benar proses hidup yang anggun dan luar biasa. Benar-benar kecintaan yang mampu mengalahkan penghianatan Ratu Gertrude terhadap suaminya Sang Raja Hamlet dalam karya besar Shakespeare ataupun penghianatan seorang Amber Leighton terhadap Giuseppe dalam adegan romantis menyayat difilm Swept Away.

Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diambil dari makhluk sekecil dan selembut lebah. Lantas, kenapa manusia yang mendominasi kehidupan lebih jelek dari lebah?. Lihat kasus Tanjung Priok yang belum lama terjadi di ibu kota. Atau lihat penghianatan Pemerintah Provinsi Aceh yang “demam” perdagangan karbon sehingga mau mengorbankan hak-hak ulayat tradisional?.

Ataukah manusia mampu mengevolusikan wataknya menjadi seperti lebah sang pekerja keras?.

Seperti kata orang-orang tua Aceh “hom hai.. han ‘ek loen teu’oh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar