Rabu, April 04, 2012

(O)oo (N)ur(a)(n)(i)..?!

Ia yang menggenggam dunia dengan sepasang sedotan
Menghisap seluruh kenikmatan hidup yang tak menggurui
Menghantam cadas yang tiap tiap kali datang mencoba rampas darinya
Menggemuruh selayaknya badai tapi tak menghancurkan


Ia yang membelah arus peradaban antara barat dan timur
Yang menengahi kiri dan kanan
Menceraikan langit dan bumi, dan
Ia pula yang melogikan nalar dan ambisi yang berbalut arogansi sedikit ditaburi remah kebencian yang menyalak malam

Hanya sejumput dibalik belahan dada indahmu
Teronggok seumpama daging busuk bila kau tak sanggup mengendalikannya


Ia adalah nurani,
yang kadang kau kesampingkan demi ego dan kebrutalan
demi watak dan kemunafikan
terhadap semua pengingkaran pada kebenaran

Nurani yang acapkali kau diamkan suaranya
Tapi ketika tulah menghampiri, kau mengumpatnya karena suaranya yang tak sampai kedalam liang terlingamu yang sesak.



Persetan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar