Jumat, April 06, 2012

Pekanbaru Mime: Cyberspace Attack..!!







“when words cannot say anything, then used your body”

Seorang artis pantomime Pekanbaru hadir untuk memainkan karya-karya nya pada hari rabu yang lalu. Karya yang bercerita tentang bergesernya pola kehidupan manusia dari wilayah yang realistis menjadi kehidupan yang sifatnya ambigu didalam dunia maya. Singkatnya, karya ini bertemakan Social Network Addict yang kemudian dikemas dan diberi judul “Cyberspace”. Sebuah permainan dua babak yang kemudian dibuat remix. Babak pertamanya adalah proses penggambaran aktivitas manusia didunia nyata seperti memancing, mencuci, dan lainnya. Sedangkan babak yang kedua bercerita tentang kebingungan manusia yang terjebak ditengah arus Social Network. Tema yang cukup menarik dan memang sedang menjadi suatu booming tersendiri beberapa tahun belakangan.

Malam semakin larut saat itu. Hujan baru saja reda, sang artis belum juga menunjukkan geliatnya diarena pertunjukan yang sudah dipersiapkan. Jam sudah mendekati pukul 20.30, artinya pertunjukan sudah terlambat sekitar 30 menit. Baru 15 menit kemudian sang artis muncul dan tepat pukul 21.00 WIB pertunjukan dimulai.

Pertunjukan malam itu, dikemas dengan alunan suara electro musical yang diputar diperangkat Laptop dan Speaker aktif 2 in 1. Konsep permainannya juga sederhana saja dengan berlatarkan sebuah screen yang sekaligus berfungsi sebagai background dari Syamsul yang merekam permainannya secara langsung. Jadi penonton bisa melihat secara langsung permainan tersebut dari 2 arah dengan cara yang bersamaan.

Secara teknis, konsep pertunjukannya memang sangat memukau dan brilliant. Namun, pada tahapan pelaksanaan terjadi sebuah masalah yang membuat penonton cukup bingung. Ketika Syamsul sebagai artis pantomime berusaha menampilkan halaman akun jejaring sosialnya namun in focus yang digunakan pada malam tersebut justru tidak bisa digunakan. Akibatnya, terjadi miss antara penonton terhadap alur cerita. Ketidaksiapan proses pertunjukan bisa dijadikan evaluasi untuk pertunjukan kedepannya.

Permainan berdurasi sekitar 35 menit ini tetap menarik. Syamsul yang permainannya khas dengan kekuatan karakter yang tajam. Sangat jelas sekali bila diperhatikan bahwa permainan tersebut sangat terpengaruh dengan gaya permainan Jemek Supardi sang maestro Pantomime Indonesia. Selain itu, terdapat juga unsur Bhuto –pantomime tradisional khas Jepang- didalamnya. Bila dinilai secara keseluruhan dari pertunjukan sebelumnya yang digelar di Taman Budaya pada minggu lalu, maka pertunjukan pada rabu malam tersebut akan terkesan tidak begitu menarik. Walau begitu, secara konsep pertunjukan permainan pada rabu malam tersebut patut diacungi jempol.







Untuk koleksi foto pertunjukan lainnya klik disini: ...............Pekanbaru Pantomime

Tidak ada komentar:

Posting Komentar